Pages

Kamis, 11 Desember 2014

Bubble Soap

Seperti gelembung sabun. Apiku meletup lalu hilang. Entah hilang atau hanya meredup. Yang jelas, seperti gelembung sabun. Kamu tau gelembung sabun kan?

Bukan karena aku merasa bisa. Aku bahkan dibanding yang lain adalah yang paling bawah. Aku tak sehebat mereka. Tak seloyal mereka. Tak sepintar mereka. Tak sekritis mereka. Aku di sini hanya numpang tenar. Iya, numpang eksis. Numpang menunjukkan kalau aku sebenarnya ada. Dan yang jelas, aku tidak merasa aku lebih bisa dn lebih baik dari kamu-kamu wahai pendahuluku.

Apiku sedang meredup. Mungkin benar kalau ada yang bilang aku sedang merindukan sosok. Iya, sosok yang ketika ku keluhi tak pernah kembali mengeluh karena aku terlalu banyak mengeluh. Hhhh... Mungkin aku yang belum siap. Iya, aku yang belum siap dengan keadaanku yang seperti ini. Aku yang belum siap karena sepertinya aku terlalu dininabobokan. Emm... bukan itu masalahnya. Masalahnya, aku salah satu manusia yang kemapuan beradaptasiku dipertanyakan.

Selasa, 02 Desember 2014

Uncle's Long Leg #7

Uncle's long leg ku kemanaa??
Udah lama nggak ketemu...
Hilang kah??
Iya, mungkin sibuk sama perannya...
Kenapa aku nggak ikut menyibukkan diri dengan peranku??
Emmm....
Kapan bisa ketemu Paman??
Nggak tau...

Kamis, 13 November 2014

Plengeh, Untuk Kesekian Kalinya...

 "Terang saja aku menantinya... 
Terang saja aku mendambanya... 
Terang saja aku menantinya... 
Karena dia begitu indah"

Hhhh... Semalam mataku benar-benar tak bisa diajak untuk menulis. Mungkin karena aku terlalu capek, aku ingin langsung tidur sepulang dari Plengeh. Tanpa mandi, padahal sudah kurencakan untuk mandi. Aku masih mengenakan pakaian kemarin, aku tak tau kalau aku secapek itu. Iya, mungkin aku terlalu capek dan parahnya aku nggak tau gimana caranya aku biar bisa istirahat. Gimana caranya aku biar bener-bener bisa memperoleh suasana baru yang membuatku fresh. Intinya aku butuh refreshing, mungkin aku perlu refreshing dengan mengganti nomor HP dan menyepi di tempat yang dingin bersama keluarga untuk beberapa saat. Aku benar-benar lelah di Solo. Aku benar-benar lelah dengannya.

Aku bukan bidadari berparas cantik
Aku bukan malaikat yang punya  sayap indah
Aku bukan malaikat yang tanpa cela.

Aku mungkin bukan yang baik untukmu
Tapi, aku suka kamu

Senin, 20 Oktober 2014

Uncle's Long Leg #6

19 Oktober 2014...
Thank's a lot for always guiding. Always be my side when I'm totally desperate. Always hold my hand when I'm totally feel give up. Always give me your sincerity. Trust me, I really feel your sincerity. I feel that your heart still mine :)

Pamaaannn... Aku sampai puncak lhoh. Hahaha... Nggak ngerti sebenarnya maau bilang makasih yang seperti apa. Tapi, I'm totally happy hiking with you :* Kalau kamu tanya, "dapet nilai apa nggak?" Emmm... Nilai yang mana dulu yaaa... Aku lumayan dapet banyak nilai, tapi kalau untuk nilai spiritual aku nggak yakin. Iya, aku seneng... Iya, aku ngerasain masalah... Iya, aku bener-bener putus asa pada suatu waktu... Iya, aku ngerasain kebersamaan. Iya, aku merasakan kebesaran Tuhan. Tapi aku belum dapet apa yang aku cari. That's why aku bilang "aku kurang bersyukur."

Aku seneng, eh bukan bukan... Aku bahagia kamu selalu ada disaat aku bener-bener putus asa, aku bahagia kamu selalu ada di saat aku bener-bener senenng nyampe puncak. Aku bahagia sama kamu. The way you help me out, the way you hold my hand, the way you smile at me, the way you motivate me... Aku bener-bener seneng, bener-bener bahagia naik gunung sama kamu. Tapi, semangatku cerita ke kamu jadi runtuh ketika kamu bilang, "Berarti kamu sama kaya' *****." =,=

Ya udah. Kamu udah nyamain aku sama itu kan?? Yaudah... cerita ini pun nggak bakal aku lanjutin. Katamu aku sama kaya' itu. See...

Selasa, 07 Oktober 2014

ME #probforme

Gosh!!

Oke, manusia itu dikasih masalah biar ada... KERJAAN. Kalau nggak ada masalah manusia biasanya NGANGGUR. Dan buat gue kalau nggak ada masalah itu artinya ‘nggak ada yang disalahin’. Hahaha :D Mungkin gue adalah wanita ter-brengsek sedunia.


Nggak suka disalahin gara-gara kesalahan orang lain. Apalagi kalau kena efek samping dari kesalahan yang dibuat sama orang lain. Gue marahnya bisa double. Gue mah marahnya cukup dengan lirikan mata yang bilang ‘gimana sih lo?’ gituh. Itu sih kalau kena masalah yang kadar hebringnya masih sedikit. Tapi, kalau kadar hebringnya udah semakin tinggi biasanya Cuma bisa NANGIS. Gembel...

Jumat, 03 Oktober 2014

No Terms to Trust Them ^^,

"Percaya itu sifatnya universal. Harusnya percaya itu tanpa syarat, jika masih bersyarat mungkin kamu belum percaya."

Kemarin seorang kakak yang baik bilang ke gue "padahal jadi sekretaris bidang itu susah berkembangnya lho, nak. Kerjaannya nggak ada hubungan sama koran atau web." Katanya. Mungkin kakak yang baik itu keceplosan yaaa... Setelah sekian lama gue berusaha menikmati yang gue lakuin dan mempercayai (tanpa syarat) orang-orang itu, kali ini hati gue jatuh lagi. Nggak bisa ngomong apa-apa, cuma bisa ngebatin, "yaa, aku bisa apa mbak, orang udah jalannya gini." *seddih. Yeh, gue jadi sekbid aja males-malesan ngerjain proker, man. Yakinlah. Dateline tanggal 15 ngerjainnya mah ntaran, paling baru kepasang sebulan kemudian. Hehehe...

Trus barusan pimbid gue yang baru muncul itu bilang, "Harusnya kabiro tuh bla bla bla..." Gue cuma jawab "Yaa walaupun lumayan ngeselin sih orangnya, tapi kalau nggak gitu kan aku jadi nggak ngapa-ngapain mbak. Hehe... Kalau aku nggak ngapa-ngapain aku mau berkembang dari mana. Ngedit, kan udah ada editor. Hehe..." *melasbanget.

Jumat, 26 September 2014

26/09/2014

"What's wrong with us? What's wrong with that place? What's wrong with me?"

Firasat gue bilang kalau ada bazar sama nggak ada bazar ternyata sama aja. Untungnya nggak banyak lah. Nggak ngerti itungan gue pas ngitung untung yang salah atau emang dari awal sie bazar yang salah ngambil langkah. Gue nggak ngerti..

Hhhh... Gue lagi bener-bener butuh pelukan ibu. Pengen pulang, trus bilang ke ibu "Bu, aku capek."


Kamis, 25 September 2014

Nahan Marah = Nahan PUP

"This noon, I saw you in a glimpse. We met in a glimps. We met in second. Just once glimpse... :) Glad to see you wear that T-shirt. Suit you... :)"

Masyaallah... Solo terik banget ya Allah =,=... Matahari berasa riang banget menyinari seluruh bumi Solo sampe' teriknya nyengat ke kulit. Aahh...

2 hari ini sebenernya mau kabur dari tempat itu. Sehari kemaren berhasil sih, tapi nggak berhasil kabur dari Paman Kaki Panjang. Apa'an, orang gue masih sms-in dia kok, jadi kaburnya kurang full, kurang  menjiwai. Ini namanya kabur yang setengah-setengah. Dari tempatnya iya kabur, dari orang yang di dalemnya yang susah =,=. Apalagi tadi pagi pas mau berangkat kuliah ketemu Puzzle dulu. Nggak ngerti takdir macam apa yang mempertemukan gue dengannya di tengah-tengah prosesi melarikan diri gue.

Jumat, 19 September 2014

Uncle's Long Leg #5

Bibi leher panjang lagi kangen paman kaki panjang.
Udah...
Paman kaki panjang lagi sibuk dan banyak pikiran, jadi... yaudah... hehehe... :)

Jumat, 12 September 2014

Uncle's Long Leg #4

Paman...
Cewek itu emang gitu...

Nggak mau bilang maunya apa
Cuma pengen ditebak, tapi kadang sering salah ngasih clue.

Pengennya dipekain,
tapi biasanya salah sasaran.
Pengennya A yang peka, nhah ini yang peka malah B.

Kalau cewek minta udahan, 
biasanya dia cuma pengen ditahan, diyakinin.
Kalau semua bakal baik-baik aja selama bersama.

Bakal uring-uringan kalau sms nggak dibales,
cewek cuma pengen tau kabar seseorangnya,
kalaupun sibuk, cewek bakal berenti sms kok...

Cewek itu kalau lagi cerita
kasih solusinya ntaran aja, pengennya dipuk puk.
Kalo udah balik kesadarannya baru di kasih solusi.

Cewek itu kalau seneng nangis, kalau marah nangis, kalau terharu nangis.
Jadi melarang cewek buat nggak nangis itu, sulit.

Kalau cewek nangis,
dia cuma butuh pelukan.

Kalau cewek lagi PMS, 
bersabarlah kamu para pria.
Emang udah fasenya gitu...


To be continued...

Selasa, 09 September 2014

Uncle's Long Leg #3

Tuesday...
Seperti hari biasanya... Mungkin hari ini akan berlalu seperti biasa juga.
Berlalu seperti biasanya.

Emmm... Paman Kaki Panjang.

Inget nggak di post-post sebelumnya aku pernah nulis kalau 'setelah hari Sabtu itu si Paman bakal sibuk sama rutinitasnya.' Iya, dan sekarang dia sibuk dengan rutinitasnya, lagi. Rutinitas yang menjadi prioritas utamanya. Rutinitas yang mungkin menyita 80% kerja otaknya. Rutinitas yang sudah seharusnya ia jalani sebagai orang itu.

Nggak banyak yang terjadi setelah hari Sabtu yang lalu. Sabtu dua minggu yang lalu. Mungkin bener, sabtu dua minggu yang lalu itu cuma sebatas "summer dream". Tau "summer dream" kan??

Summer Dream

Di negara-negara yang musimnya ada empat, biasanya per musim hanya dilalui selama 3 bulan. Summer misalnya. Summer cuma terjadi sekali dalam setahun selama tiga bulan. Bagi gue itu waktu yang singkat. Tiga bulan itu waktu yang singkat, belum lagi summer harus tergantikan dengan autumn, spring, dan winter.

Dream = mimpi. Mimpi itu cuma terjadi ketika kita tidur. Dan mimpi itu cuma sebentar.

Musim summer itu sebentar dan mimpi itu sebentar, kalau di gabungin summer dream itu artinya mimpi yang amat sangat sebentar. Dan Sabtu dua minggu yang lalu itu adalah summer dream gue, yang intinya sabtu dua minggu yang lalu itu adalah mimpi yang amat sangat sebentar buat gue. Iya, amat sangat sebentar.


Senin, 08 September 2014

Uncle's Long Leg #2

Monday is Money Day...
Iya, katanya Monday itu singkatan dari Money Day, tapi entah berapa juta orang yang benci sama Monday. Monday itu artinya 'goodbye Sunday'. Monday itu artinya 'Hello traffic jam'. Monday itu artinya 'Hello, today is Monday :)'

Terlepas dari segala arti tentang Monday, gue bersyukur karena hari ini adalah Senin yang artinya besok adalah Selasa dan setelah selasa adalah rabu dan setelah rabu adalah kamis dan setelah kamis adalah jum'at, dan setiap hari jum'at itu berarti gue pulang. Iya, gue pulang. Ibu dari kemaren udah sms gue disuruh pulang terus, hohoho...

Minggu, 07 September 2014

Uncle's Long Leg

"Disinilah kita... Berdua, namun saling berdiam. Berfokus pada pekerjaan masing-masing. 
Aku hanya berdiam, mencuri waktu mengintip tatapan matamu yang fokus itu.
Aku hanya berdiam, mencuri waktu menatap senyummu yang sesekali.
Aku hanya berdiam, mencuri waktu menikmati indahnya kamu... 
iya, kamu...
Seseorang yang bahunya untukku, senyumnya untukku, pelukannya untukku...
Seseorang yang (semoga saja masih) hatinya untukku...
Seseorang yang sering aku rindu...
Seseorang yang aku panggil Paman Kaki Panjang..."

Kamis, 04 September 2014

Hello Mr. H...

Minggu pertama kuliah.
Apa kabar pulpen, apa kabar buku tulis, apa kabar TUGAS??
Dan buku yang harus dibaca ternyata buuaanyaak banget =,= Liburan ini kemane ajeee...

Ini baru minggu pertama kuliah, biasanya kalau masih semester unyu-unyu minggu pertama kuliah itu masih identik dengan nggak ada dosen. Nhah, kalau udah memasuki semester yang unyu-unyunya udah ilang ditelan zaman minggu pertama kuliah ituuu... emmm... dosen masuk, nerangin materi, tugas resume, minggu depan presentasi. Mungkin benar kata orang, semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya *apahubungannya.

Selasa, 02 September 2014

JOGJA, Beringin Kembar, dan Tempura #2


Tadaaaa... happy reading, readers ^^
---

Perjalanan ke alun-alun kidul pun semakin terasa... JAUH. Iya, JAUH. Ternyata lumayan jauh alun-alun kidulnya. Sempet ngira kalau kita kesasar karena nggak nyampe-nyampe tapi setelah si temen tanya sama anak kecil yang lewat, anak kecil itu cuma bilang "Oh, deket lagi. Itu di pertigaan pertama belok kiri." Gue sih bahagia karena gue udah ngeliat pertigaan di depan jalan. Pasti pertigaan itu yang dimaksud bocah kecil penunjuk jalan tadi. Setelah belok kiri, belum ada tanda-tanda kalau alun-alun kidul udah deket. "Mana alun-alun kidulnyaaa?? Rumah warga semua gituu.."

Gue nggak tau, apa setiap malam Jogja selalu ramai karena sabtu malam itu Jogja bener-bener ramai. Ramai, kaya' jalanan yang lagi gue lewatin sama temen gue ini. Entah dengan motif apa, si temen lagi-lagi nawarin buat lewat jalan pintas. "Emang kamu tau jalan pintasnya yang sebelah mana?? Ntar kalau nyasar gimana??" Gue protes. "Taulah. Udah ayok, jalan aja lewat sini, ntar juga nyampe kok." si Temen menjawab dengan bijak. Karena udah percaya sama satu manusia itu, yaudah sih gue ngikut aja kalau ntar nyasar tinggal cubit aja objeknya. Hohohoho...

JOGJA, Beringin Kembar, dan Tempura #1

Iyoosh, setelah sekian lama hasrat nge-bolang, nge-backpacker, dan nge-gembel gue terpendam akhirnya kemaren Sabtu (30 Agst) gue nge-gembel di Jogja. Nge-gembel itu identik dengan nggak pake banyak duit, iya... kemaren juga gue ke Jogja nggak banyak-banyak amat duitnya. Asik dah pokoknya. Sabtu itu berasa summer dream. Semuanya berawal dari....

Sabtu, 30 Agustus 2014.

Bagi gue, liburan di perantauan itu identik dengan 'ngebo'. Jangan harap gue mau bangun pagi pas libur. Yang ada juga rasa sayang gue ke kasur semakin meningkat. Kamar gue? Jangan tanya deh, akhir-akhir ini mood gue sering drop dan itu ngaruh banget ke tatanan kamar gue yang bisa dibilang bentuknya kaya' kandang sapi. Karena hari ini gue males ngebo, jadi bangunnya agak pagian dikit. Ya... gue bangun sekiar jam 08.00 WIB. Itu pun gue kebangun gara-gara kamar sebelah berisiknya na'udzubillah. Karena bingung mau ngapain gara-gara udah kebangun dan nggak mungkin bisa tidur lagi, gue niatin (banget) buat bersi'in kamar. Se-jam kemudian deh kamar gue udah kinclong lagi.

Entah gue disamber petir dari mana, pokoknya gue bertekad hari ini gue nggak mau seharian di kos. Alamaakk, suntuk gila. Senin - Jum'at udah padet mikir ini itu (walaupun nggak ada yg terselesaikan) masa' iya Sabtu gue mau ketemu sama dinding kamar yang dari dulu ijonya nggak berubah-berubah.

Rabu, 06 Agustus 2014

Jarutung Kabarakh

Ini kutipan isi novel 'Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur' karya anak S-E-N. Gue tulis ulang, nggak sama persis sama aslinya sih tata bahasanya, tujuan gue cuma biar kalian ngerti apa itu Jarutung Kabarakh. Emmm... gue juga nggak ngerti jarutung kabarakh itu beneran ada apa enggak, tapi gue suka aja ceritanya. Bermakna. :)

"Di suatu negeri (gue lupa nama negerinya karena bacanya udah lama banget) kalo seorang raja ikut berperang maka raja tersebut dinaikkan ke punggung gajah. Tugas pasukan adalah melindungi raja. Dalam keadaan terdesak bila para prajurit sudah tak lagi sanggup melindungi raja, maka raja akan melukai gajahnya. Seperti apa kalo gajah terluka? Mengamuklah ia. Apa-apa yang ada di depannya di serbu. Gajah itu besar dan manusia itu kecil, punya daya apa manusia melawan gajah? Tapi musuh tak habis akal. Musuh mengincar urat nadi gajah. Sekali urat nadi gajah terluka maka gajah akan lunglai, lumpuh, jatuh ke tanah tanpa daya. Kemudian raja? Tak ada lagi yang melindungi. Maka kemudian pasukan 'Jarutung Kabarakh' dibentuk. Tugasnya bukan hanya melindungi raja, namun mengamankan urat nadi gajah agar nantinya raja juga tak ikut terluka."

Sekarang, gue laksana salah satu pasukan Jarutung Kabarakh. Bedanya, jika pasukan raja itu sudah berkewajiban mengamankan urat nadi gajah untuk mengamankan raja, gue masih nggak ngerti urat nadi siapa yang wajib gue lindungin dan gue berkewajiban mengamankan apa. Duh maak, mungkin manusia kaya' gue ini pantasnya dibuang ke laut sajaa~~



Senin, 04 Agustus 2014

Home sweeeeettt Home ^^

Yep... Ini baru jam 21.44 tapi rumah udah sepi. Satu-satunya lampu yang masih nyala adalah ruang keluarga. Mungkin karena pengaruh besok mulai balik lagi ke rutinitas monoton yang terjadi seperti biasanya. Semua orang rumah 'get ready for it'. Intinya, gue nonton TV sendirian malem ini, biasanya adek nemenin. Yaaa, walaupun sekedar nemenin ketawa sambil ngejekin satu sama lain, ngomenin film yang ditonton.
Liburan usai. Tapi gue baru balik lagi ke Solo hari Selasa. Kenapa?? yaaa... sekedar ingin berlama-lama di rumah. Dengerin wejangan babe, cerita-cerita lucu babe, ngobrol sama babe masalah apapun, makan masakan ibu, dengerin 'omelan' ibu kalo gue harus sarapan tiap pagi, cerita ke ibu tentang apapun. Sekedar merasakan itu semua sehari lebih lama dari orang lain yang harus kembali bekerja di hari Senin besok.

Babe tanya, "Harus balik besok, mbak?" Aku jawab, "Enggak be, aku balik Selasa aja."

Aku jarang di rumah. I feel bad for it. Ibu yang paling sering bilang "Mbak, ibu kangen. Kapan pulang?" Oh God, for making my Mom said these words, I'm sorry.

Sabtu, 02 Agustus 2014

If I could play back the time...

Thursday afternoon. July 31, 2014.

Obrolan ini bermula dari pertanyaan konyol yang gue lontarin ke seseorang. Bukan bermaksud serius sebenernya, Cuma bercandaan doang. Tapi, ternyata seseorang itu ngasih respon jadi yaa udah berlanjut deh

“Ada sesuatu yang pengen kamu ulangkah??”

That’s it. The most riddiculous question ever. Mana bisa waktu diputar ulang, tapi gue tetep nanyain. Barangkali yaa ada, eh ternyata emang ada jadi yaa berlanjut aja obrolan sore ini. Sebenernya seseorang itu nggak balik nanya ke gue, apa yang pengen gue ulang seandainya gue bisa mengulang. But, you know.. as always, I just told that someone =,=

Emmm... kalo gue bisa mengulang, hal yang pengen gue ulang adalah BANYAK BANGET. Sampai-sampai gue bingung mau ngulang yang mana dan berakhirlah gue cuma ngasih tau:

“Nggak ada. Nggak ada yang pengen aku ulang. Adapun, gue masih nyari kenapa gue harus melalui masa itu. Gue lebih pengen nanti anak-anak gue nggak melalui apa yang gue lalui daripada harus mengulang waktu. Sesuatu yang hanya jadi angan-angan.”

Kamis, 17 Juli 2014

Cuma RASA

Someone asks me, "Why do you like stare at the sky for a long time?? It's a day, there are no stars you can stare.. Is sky that beautiful??"
I answer, "Yea, sky is the most beautiful thing in the world. I just can find my own peace when i stare at it. It calm me. maybe because it's blue. :)"

Yep... Bener-bener flat Ramadhan di Solo. Pertanyaan yang terus mendera bukan lagi "Buka pake apa?" tapi "buka sama siapa?". Oke. Percayalah buka sendirian nggak ada yang nemenin itu berasa hambar banget. Garing. Nggak ada yang diajakin buat menikmati nikmatnya buka bareng. Begitulah, sendirian.

I've thought a lot lately...
I just don't know what do I have to do?

Pertanyaan buka sama siapa mendadak jadi penting. Mungkin gue aja yang terlalu menganggap penting. Tapi, percayalah gue bener-bener bakal ngerasa sendirian kalo gak ada temen buat nemenin buka. Sedih nggak ada yang nemenin buka. Rasanya, udah cukup gue nggak buka sama keluarga gue dan sekarang gue juga gak buka sama siapa-siapa. Gue mendadak jadi sepi ditengah keramaian rumah makan.

Jumat, 04 Juli 2014

Ramadhan Dataaaaang...

Iyoooosshh... akhirnya bulan yang ditunggu-tunggu datang jugaa :) Bulan dimana salah satu tanggal jadi tanggal bersejarah buat gue. Jangan salah, gue lahir tanggal 20 Ramadhan lhooo, tahun hijriahnya yang lupa. hehehe...

Yip, ramadhan di Indonesia itu lebih mirip kaya' bulan kuliner. Mungkin karena para pedagang itu bisa menerawang maksud hati pelaku puasa jadi mereka pengen menyediakan apapun yang bisa bikin pelaku puasa puas pas buka. Hehehe... apalagi kalo bukan makanan. Hhhh...

Menu buka apa yang paling kamu suka?? Kalo gue pas di rumah, yang penting ada bakwan jagung deh. Apapun pendampingnya, yang penting bakwan jagung. Titik.

Again, naasnya puasa kali ini gue di Solo *jlebb. Iya, di SOLO. DI SOLO LHOOO... bukan di rumah. Kalo puasa jauh dari keluarga itu pas sahur bawaannya males keluar beli makanan. Paling pol sahur bangun, ambil air putih, makan roti selembar sambil terkantuk-kantuk trus udah. Balik tidur lagi. *payah. Pertanyaan paling mendasar ketika puasa jauh dari keluarga adalah "Nanti buka beli makan apa yaaa?". Tuh, entah kenapa itu pertanyaan paling mendasar buat gue, niatnya udah mau beli makanan yang rada high class dikit, buruan pulang dari kampus ujung-ujungnya mentok sama warung pokwe. "Bang, nasi sayur satu gorengannya dua yaa..." That's it. *mukatabah.

Sabtu, 31 Mei 2014

Catatanku untuk Paman Kaki Panjang

“Seseorang yang beberapa bulan terakhir ini telah menemaniku, setidaknya belajar menerima kekuranganku. Seseorang yang bahunya hanya untukku, pelukannya hanya untukku. Seseorang yang sabar sekali mengajariku untuk menerima perbedaan. Karena perbedaan itu fitrah sekali, katanya. Terima kasih banyak, sayang.”

Paman Kaki Panjang...

Aku takut menemukan alasan, karena aku takut nantinya alasanku akan menjauhkanku darimu. Biarlah semua tanpa alasan. Biarlah semua tanpa syarat. J

Terima kasih karena selalu memberiku dukungan ya meski dengan bahasamu. Aku bukan orang yang bisa mengambil keputusan dengan cepat, sepertimu. Tapi, terima kasih karena telah mengajariku untuk mengambil sikap.

Aku rumit. Serumit benang wol, mungkin. Aku tau, aku rumit. Dan tak ada yang bisa ku lakukan dengan kerumitanku itu. Aku rumit, kamu simpel. Bukankah kita cocok?

Today is Friday. May 30, 2014.

Today is Friday. When I couldn’t hold myself from being rude to everyone. Beautiful Friday for whoever who never know me.

Today is Friday. When everything were mixing. Messed up. Bad, good, confusing, doubt, believe, lie, truth, fact, were mixing. Messed up. Again, messed up.

Today is Friday. For many times I asked to myself, “what do happen in my life, actually?” “what do happen with me, exactly?”

Today is Friday. Many things happen to my life, recently. Many things happen with me, recently. Pressures comes from everywhere. I am trained. Had given things I don’t like. Have to do things I really know nothing. Have to hold myself from messing someone else’s job. I have to hold myself. But, today I can’t.

Rabu, 14 Mei 2014

Laut...
Aku suka aroma laut,
warna laut yang biru,
warna langit yang biru,
pasir pantai yang halus,
ombaknya yang menghampiri kakiku...
I like those things ^^,

Capek?? Gue capek... Parahnya gue nggak tau kenapa gue capek. Capek banget. Bukan pengen lari. Gue cuma pengen istirahat, siy. Bukan istirahat gue pengen jalan-jalan. Jalan-jalan ke laut, karaoke, atau renang, atau cuma jalan-jalan ke bale kambang, duduk liatin rusa. Cuma pengen itu.

Pernah nggak, ngerasa suntuk. Suntuk banget. Banget banget banget.
I just wanna scream aloud... Ngeluarin segalanya, ngeluarin semuanya, pokoknya ngeluarin semua-semua.. Biar lega, biar plong.

Pantai, laut... pengen kesana...
Beneran lagi pengen kesana banget.

Kamis, 01 Mei 2014

Rasanya aneh...
Mungkin karena belum terbiasa dengan keadaan yang baru yaaa...
Mungkin siy, mungkin.
Tapi semua jadi beda.
Nggak tau aku yang beda atau yang lain yang beda...

Selasa, 22 April 2014

:)

Gak banyak yang mau gue tulis karena sebenernya selasa sore ini pun mendung. Sama, sama kaya' yang nulis. Eh, nggak juga ding. Yang nulis lagi cerah benderang bagai matahari. Hahaha :D

Gue balik. I'm back. Setelah seminggu berkutat sama ke-egois-an gue. Akhirnya, gue balik. Yaa, di tempat ini, dimana lagi kalo bukan di tempat ini. Udah cukup rasanya berkutat sama ke-egois-an yang sebenernya dan bakal nggak pernah ada ujungnya ini. Nggak bakalan pernah selese kalo gue nurutin mau gue. So, now i'm lose. Memang sudah seharusnya gue yang ngilangin sisi keegoisan gue. Gue yang harus menyesuaikan bukan yang lain yang harus menyesuaikan. Apapun yang terjadi, gue yang harus menyesuaikan dan gue yang harus siap sama... APAPUN.

Rasa bersalah pasti ada. Apalagi setelah debat hebat (nggak hebat-hebat juga siy) with someone. Gue cuma tanya, bukan mengajukan keberatan. Tapi, mungkin baginya pertanyaan gue adalah bentuk keberatan gue. Okay, I'm sorry. Gue cuma nggak dewasa aja. :)

Pola pikir gue yang harusnya diperbaiki, sudut pandang gue yang harusnya diubah. Bukan yang lain, tapi gue. Seharusnya sebelum gue tanya, gue memposisikan diri dulu sebagai siapa. Seperti yang pernah diomongin dosen gue, "Jika kamu ingin tau rasanya menjadi bunga, maka kamu harus menjadi bunga terlebih dahulu." So, see... Gue yang harusnya memposisikan diri gue sebagai siapa dulu, before I asked.

Yeah, cukup rasanya seminggu menjadi asing dengan rumah ini. Cukup rasanya seminggu berkutat hanya dengan bantal, guling, dan kasur. Sudah cukup rasanya. Sudah saatnya untuk menguatkan diri sendiri. Sudah saatnya untuk tidak bergantung pada siapapun. Sudah saatnya untuk seorang AYA nggak mikirin diri sendiri. 

"Seiring dengan berjalannya waktu, lukapun akan sembuh." :)

Bukan rumah itu yang kenapa-kenapa tanpa aku, tapi tepatnya aku yang kenapa-kenapa tanpa rumah itu. :)



Senin, 14 April 2014

Hujan ^^

"Hujan menyimpan banyak cerita, 
Karena kita punya cerita saat hujan..."

Dude, gue nggak tau siapa yang bilang kalo hujan itu mampu membangkitkan kenangan nostalgia, yang gue tau hujan itu paling nak buat "ngelamun". Emm... merenung lebih tepatnya. Ngerenungin apa juga terserah siy, apa aja boleh. Dari yang nggak penting, sampe yang terpenting macam ngerenungin perekonomian negara pun nggak papa. Bagi gue, hujan itu punya banyak arti.

Dulu (sampe sekarang) gue suka hujan. Dulu sukanya bikos hujan itu menyamarkan air mata. Duh... bahasa gue mak, alay banget dah. 

Sekarang, gue suka hujan karena.... aroma tanah yang baru disiram air hujan ituuuu berasa kamu berada di negeri dongeng. Karenaaa...  terkadang waktu hujan dateng, gue nggak perlu musik instrumen sekelas Beethoven buat nenangin otak yang kacau. Karenaa... hujan itu anugrah. Anugrah buat siapa aja. Bayangin kalo 12 bulan cuma ada musim kemarau, petani mau makan apa, kita mau makan apa... singkong?? Berarti hujan itu anugrah kan... :D

Yang paling bikin kangen itu, ngeliatin hujan dari jendela kamar. Beehh... nyaman banget deh, tenang, damai banget rasanya. Ngeliatin daun-daun yang goyang-goyang kena hujan itu rasanyaaa seperti melarikan diri dari hiruk pikuk duniawi. Hahaha... >.<

Waktu gue pulang ke rumah ortu gue di Madiun, rasanya seperti gue masuk ke negeri dongeng yang aman, yang selalu happy ending itu. Madiun itu seperti pelepas lelah, ngeliat wajah orang-orang tercinta yang rela meng-ikhlaskan gue pergi jauh, bercanda bareng, makan bareng... Keluarga banget yaa... Lengkap sudah paket kebahagiaan pelepas lelah gue dengan pelukan hangat ibu dan yaaaa... "high five" semangat dari babe. :) Sekali pulang rasanya nyandu... Pengen pulang lagi.


"Love is Moment, the day...
the moment you came.
You filled up my eyes,
you filled up my heart and I keep thinking of you"

Itu lirik yaaa... bukan puisi, walaupun pada dasarnya itu puisi buatan orang yang nyiptain lagu, yang penting bukan gue yang buat....

Di Senin yang sore ini, yang langitnya mendung, yang berasa mau badai semaleman ini, gue BETE. Udah selese. Gue BETE. Udah gitu aja... Sebenernya mau nulis, tapi nggak jadi karena udah BETE duluan. Jadi, ya udah. UDAH. SELESE. TUTUP. CLOSE. BYE...

Senin, 17 Februari 2014

"Aku merindukan hujan. 
Yang terkadang menghentikanku dari langkahku.
Aku merindukan hujan.
Yang terkadang mencegahku melangkah.
Aku merindukan hujan.
Yang setidaknya menjadi satu-satunya alasanku."


Selasa, 28 Januari 2014

Somebody to Lean On

"Just for a second in this morning,
Let me lean on your shoulder...
Let me forget everything..."

Senin, 27 Januari 2014

Kakekku Hilang... HILANG!!

Hari senin buat gue selalu saja penuh dengan drama kehidupan yang bisa dibilangin bikin capek. Fiuh... *elapkening. Dari pagi sampai tenggelam matahari, adanya cuma ngelus dada sambil istighfar dan berkali-kali mengucap "Ya Allah, ini hari apa ya Allah??" Hahaha :D Yang melegakan hari ini adalah cucian gue kering karena sepanjang hari matahari bersinar terik sekali dan akhirnya setelah sekian lama gue nggak masak, gue masak juga hari ini *bangga.

Kejadian paling ekstrim hari ini berawal dari HP babe yang tiba-tiba berdering dan muka babe yang tiba-tiba manggut-manggut serius. Gue siy yang lagi berkutat dengan wajan dan spatula nggak terlalu ngasih perhatian yaaa... Setelah beberapa menit beliau manggut-manggut dengan muka serius, babe manggil gue dengan suara bass-nya yang nge-bass banget ituh. "Nak, masaknya sudah selesai?? Kalau sudah, nanti nyari mbah kung yaa... Mbah kung hilang lagi."

Bukaaaan, bukan hilang diambil Tuhan. Barusan gue mau cerita sama orang, eeeeh dia ngiranya hilang diambil Tuhan, hahaha. Jadi, nggak bener-bener hilang siy. Kronologinya gini, Kakek gue itu udah pikun. Semenit yang lalu ngelakuin apa, buruan ditanya lagi ngapain, jawabannya pun berupa pertanyaan apa. Hehe... Ngegemesin kan?

Tadi pagi-pagi banget, kakek gue lagi nyari benda -benda apa gue nggak jelas, pokoknya benda- maklum udah pikun jadi naruh barang pun juga semenit kemudian lupa kan yaaaa... Dari situ masalah timbul, nenek gue uring-uringan ikutan nyari. Dasarnya kakek gue yang mungkin udah mulai sensitif, jadi sebel. Trus tanpa ba bi bu lagi beliau keluar rumah -ngeloyor- pergi tanpa pamit siapa-siapa. Hayo lhoh...

Minggu, 26 Januari 2014

You, there...

"The wind blows...
The night getting darker..
The stars are fading away...
Even though you can't see them,
They still there, in the same place...
Never go anywhere, and will be always there... :)"

"The cool wraps the night
And the night just stay cool like usually it is.
Cloudy...
No matter how long you'll stare the sky,
the moon won't appear to night.
Do you miss it??
Yeah...
I miss it...
I miss it like I'm missing you, now... :)"

Sabtu, 25 Januari 2014

Penghilangan Jejak Masa Lalu :)

Sudah berapa lama sejak terakhir kali gue nulis macem-macem di blg gue yang unyu-unyu ini?? Kenapa sekarang menjadi penuh sarang laba-laba dan debu... fufufufu... Kata seseorang, I have to write often. Okay, let's write often, write everything... ke ke ke ke..

Januari, harusnya gue udah mulai libur dari awal Januari, tapi karena gue harus nyelesein sesuatu jadi baru kemarin gue bisa menikmati hangatnya kamar gue yang uda gue tinggal berhari-hari *fiuh. Seminggu ke depan harusnya penuh peristiwa baru, yaaa kal gue enggak males keluar rumah aja sih... hehehe...

Hari pertama liburan gue di rumah, gue abisin buat renov ulang kamar gue. Yaa, cuma mindah-mindahin barang yang uda usang dan lama nggak kepake siy, but sure it needed a lot of energy. Nge-pack barang dan mindahin almari yang segede gaban itu rasanya buat gue kaya' mindahin batu yang gedeeee banget. Wal akhir, ibu lah yang berperan besar mindahin itu almari. Hahaha :D

Sebenernya enggak butuh waktu lama buat beresin barang-barang purba yang udah nggak kepake itu, yang bikin lama itu kalo gue udah nemu diary-diary gue jaman masih SMP sampe SMA, hehe... Buka-buka lagi. Baca-baca lagi. Kadang ngakak, sambil mikir "sumpah Ay, lo alay banget siy.. haha". Kalau udah sampe ke bagian-bagian yang nggak ngenakin, gue skip-skip aja nhoh... Hehehe... :p Dan untuk diary-diary yang jumlahnya delapan buku inih, tiga diantaranya harus masuk kardus cokelat dan dimuseumkan di gudang paling dalam di rumah. :)