Pages

Kamis, 03 Oktober 2013

[Resume] Teori-teori Pembangunan Ekonomi

TEORI-TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI
A.    Aliran Klasik
Aliran klasik muncul pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19, yaitu pada masa Revolusi Industri, di mana suasana waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi.Pada waktu itu system liberal sedang merajalela dan menurut aliran klasik pertumbuhan ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemjuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk.
1.      Adam Smith
Menurut Adam Smith, untuk berlangsungnya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja agar produktivitas tenaga kerja bertambah. Spesialisasi dalam proses produksi akan dapat meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dapat mendorong ditemukannya alat-alat baru atau mesin-mesin baru yang akhirnya akan dapat mempercepat dan meningkatkan hasil produksi.
Menurutnya, sumber daya alam yang tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat. Jika suatu saat sumber daya alam tersebut telah digunakan secara penuh maka pertumbuhan output pun akan terhenti. Sedangkan sumber daya manusia memiliki peranan pasif dalam proses pertumuhan output dan stok modal merupakan unsure produksi yang secara aktif menentukan tingkat output.
2.      David Ricardo
Menurut David Ricardo, di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat, yaitu:
-          Golongan Kapitalis
Golongan kapitalis adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan lagi pendapatannya dalam bentuk akumulasi capital yang menyebabkan naiknya pendapatan nasional.
-          Golongan Buruh
Golongan ini dapat dikatakan bergantung pada golongan kapitalis dan merupakan golongan yang terbesar dari masyarakat.
-          Golongan Tuan Tanah
Tuan tanah hanya menerima sewa dari golongan kapitalis atas areal tanah yang disewakannya.
Menurutnya, bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi capital terus-menerus terjadi, maka tanah yang subur akan menjadi kurang jumlahnya. Akibatnya berlaku pula hukum tambahan hasil yang semakin berkurang.Selain itu, juga ada persaingan diantara kapitalis-kapitalis itu sendiri dalam mengolah tanah yang semakin kurang kesuburannya dan akibatnya keuntungan mereka semakin menurun hingga sampai pada tingkat keuntungan yang normal saja.
Sesuai dengan penggolongan masyarakat ekonomi di atas, dikatakan pula bahwa pendapatan nasional dibagi menjadi tiga bagian, yaitu upah, sewa, dan keuntungan, masing-masing untuk pendapatan buruh, tuan tanah, dan kapitalis.
Sewa per unit buruh adalah perbedaan antara produk rata-rata dan produk marginal. Atau keseluruhan sewa sama dengan perbedaan antara produk rata-rata dengan produk marginal dikalikan dengan banyaknya tenaga kerja dan modal yang digunakan dalam pengolahan tanah. Tingkat upah ditentukan oleh cadangan upah dibagi dengan jumlah buruh. Keuntungan merupakan kekayaan yang disisihkan untuk pembentukan modal, yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kemampuan dan kemauan untuk menabung.