"Percaya itu sifatnya universal. Harusnya percaya itu tanpa syarat, jika masih bersyarat mungkin kamu belum percaya."
Kemarin seorang kakak yang baik bilang ke gue "padahal jadi sekretaris bidang itu susah berkembangnya lho, nak. Kerjaannya nggak ada hubungan sama koran atau web." Katanya. Mungkin kakak yang baik itu keceplosan yaaa... Setelah sekian lama gue berusaha menikmati yang gue lakuin dan mempercayai (tanpa syarat) orang-orang itu, kali ini hati gue jatuh lagi. Nggak bisa ngomong apa-apa, cuma bisa ngebatin, "yaa, aku bisa apa mbak, orang udah jalannya gini." *seddih. Yeh, gue jadi sekbid aja males-malesan ngerjain proker, man. Yakinlah. Dateline tanggal 15 ngerjainnya mah ntaran, paling baru kepasang sebulan kemudian. Hehehe...
Trus barusan pimbid gue yang baru muncul itu bilang, "Harusnya kabiro tuh bla bla bla..." Gue cuma jawab "Yaa walaupun lumayan ngeselin sih orangnya, tapi kalau nggak gitu kan aku jadi nggak ngapa-ngapain mbak. Hehe... Kalau aku nggak ngapa-ngapain aku mau berkembang dari mana. Ngedit, kan udah ada editor. Hehe..." *melasbanget.
Trus pimbid gue bilang lagi, "Maaf banget yah yak, kamu tak tinggal sendirian beberapa waktu ini," Gue jawab, "Nggak papa kok mbak, aku jadi ada kerjaan. Aku jadi bisa ngedit lhoh, editanku lumayan kan. Aku juga udah rada-rada peka sama koran, harusnya gimana-gimana. Walaupun mbok tinggal ki yo nganyeli sih."
Kemarin, kabiro gue yang lumayan ngeselin walaupun kadang-kadang baik itu bilang gini, "Yak, jangan bikin aku merasa bersalah dong," dia bilang.
"Lhah, lha aku ngapain emang sampe kamu merasa bersalah. I just do what I have to do as SECOND leader," seloroh gue.
"Yah enggak, aku merasa bersalah aja sama kamu.." ulang dia.
"Yaa bagus kalau kamu merasa bersalah, berarti kamu sadar ada yang miss di kamu, ya kan?" gue bilang gitu. Ya ampun, jahat banget gue ya bilang begituan =,=
Duh, nggak tau deh. Meskipun belum ada kabar baik dari siapapun setidaknya semangat gue balik ketika pimbid gue balik. Masa iya gue seminggu sampe nangis berkali-kali cuma gara-gara pimbid nggak nongol. Lucu sih, tapi khawatir lah. Dia pimbid gue, dan gue sekretarisnya, apanya yang nggak heboh kalau gue ditinggal. =,=
Jadi intinya, walaupun nyebelin ditinggal pimbid tapi gue seneng kok. Lumayan terobati lah cita-cita gue dulu yang pengen ngopeni koran dari awal sampe akhir. Hehehe :p Meskipun ini satu edisi doang sih. Jadi kalau mau ngilang lagi, gue nggak papa kok. Yaaa, lumayan bisa berdiri di kaki sendiri, meskipun kadang-kadang masih manggil Paman buat nemenin ini itu. But, you know, doing something you like the most is the best thing ever. :D
Jadi intinya, walaupun nyebelin ditinggal pimbid tapi gue seneng kok. Lumayan terobati lah cita-cita gue dulu yang pengen ngopeni koran dari awal sampe akhir. Hehehe :p Meskipun ini satu edisi doang sih. Jadi kalau mau ngilang lagi, gue nggak papa kok. Yaaa, lumayan bisa berdiri di kaki sendiri, meskipun kadang-kadang masih manggil Paman buat nemenin ini itu. But, you know, doing something you like the most is the best thing ever. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar