Apa kabar pulpen, apa kabar buku tulis, apa kabar TUGAS??
Dan buku yang harus dibaca ternyata buuaanyaak banget =,= Liburan ini kemane ajeee...
Ada satu dosen gue, sebut saja Mr. H, beliau itu menurut temen-temen gue aneh, nyeleneh, dan nggak mudah dimengerti. Menurut gue Mr. H ini orang-orang kiri. Pola pikirnya logis, banget. Argumennya, alur berpikir, semuanya logis berdasarkan analisis gabungan dari buku dan kejadian nyata. Kadang kalau dosen ini ngajar, gue suka nggak ngerti. Dosen ini ngomong apa'an sih, mungkin karena gue kurang baca buku dan wawasan serta analisis gue masih se-cetek got di depan rumah. Tapi, dosen ini bener-bener mirip seseorang yang gue kenal... atau seseorang itu yang mirip sama Mr. H ini?? Entah...
Minggu pertama kuliah, Mr. H nerangin segala hal yang berkaitan dengan mata kuliah. Mr. H berkali-kali menegaskan kalau kelasnya adalah 'kelas ngomong'. Diskusi, adu argumen, dan semacam itulah. Setiap pertemuan Mr. H ini menuntut mahasiswanya untuk baca buku dulu sebelum belajar di kelas. Mungkin karena anjuran tanpa tugas ini nggak berhasil bikin gue dan temen-temen baca buku akhirnya Mr. H punya cara tersendiri untuk 'memaksa' gue dan temen-temen baca buku. Iyap, TUGAS RESUME.
Taukah kamu apa itu tugas RESUME?? -- tugas resume adalah tugas yang hanya bisa dikerjain setelah kamu baca buku dan kamu paham, kemudian kamu menuangkan apa yang kamu pahami dari bacaan yang udah kamu baca kebentuk tulisan dengan bahasamu sendiri. FIX. Mr. H berhasil 'memaksa' gue dan temen-temen gue untuk baca buku buat bahan tugas resume. Tugas resume itu kemudian dikumpulin pada pertemuan perkuliahan dan tugas itu harus ada di setiap pertemuan. Artinya kalau ada 13 pertemuan dan ada 13 indikator perkuliahan itu artinya gue juga harus bikin 13 resume. Hahaha... *ketawanista.
Pelanggaran utama dalam permainan tugas resume ini adalah nggak boleh jiplak, nggak boleh plagiat, dan nggak boleh nyontek. Kalau si pemain ketahuan melakukan salah satu tindakan di atas dijamin beribu-ribu persen si pelanggar bakal NGGAK LULUS dan harus ngulangin mata kuliah itu tahun depan. Ajiiibb.. Mr. H, you're ROCK!!
"Saya lihat wajah-wajah kalian ini adalah wajah para sibukers yang sibuknya ngalahin ketua jurusan karena harus rapat berjam-jam, daripada kalian meng-copy pekerjaan teman kalian lebih baik kalian tidak mengerjakan tugas saja. Itu lebih baik. Saya tinggal tulis di rekap saya kalau si A atau si B tidak mengerjakan tugas resume pada pertemuan X, misalnya." Begitulah Mr. H memberikan definisi bahwa penjiplakan dalam bentuk apapun merupakan pelanggaran paling hina dalam aturan mainnya. Tapi, apa iya sih mahasiswa sekarang bakal berani nggak bikin tugas, apalagi kalau ancamannya 'bakal dikurangin nilanya'. Betapa... betapa nistanya =,=
Lagi-lagi temen disebelah gue nyeletuk, "Tuh kan, Ay. Mr. H ini emang aneh." Katanya. Iya, emang Mr. H itu aneh. Setiap ngomong, Mr. H bakal menyampaikan intinya secara tersirat. Intinya apa?? Intinya kita-kita ini, mahasiswa semester V ini, disuruh mikir. Hahaha... Ini sering banget kejadian, tadi di kelas Mr. H ngomong ini itu dan gue baru paham setelah mengingat-ingat lagi apa kata-katanya, mencerna dengan 33 kali kerja otak (atau mungkin lebih) dan pas keluar dari kelas gue bakal ngebatin "Oh, jadi gitu maksudnya Mr. H barusan." Haahaha... gue kaya'nya hopeless banget dalam urusan cerna-mencerna maksud tersirat.
Mungkin karena Mr. H dulu adalah aktivis mahasiswa juga, entah B*M entah D*MA entah PERSMA, beliau jadi terlatih untuk jadi PEMIKIR. Meski mungkin bagi sebagian orang Mr. H dianggap aneh atau bahkan orang-orang berhaluan kiri, tapi buat gue Mr. H ini salah satu dosen yang pemikir, cerdas. Mr. H memikirkan segala kemungkinan yang mungkin orang lain nggak pernah pikirin, dan Mr. H bakal memberikan solusi yang orang lain nggak pernah kebayang bakal bayangin ada solusi macam itu.
Itulah Mr. H. Salah satu dosen yang jarang bikin gue tidur di kelasnya, salah satu dosen yang selalu bikin gue ber-oooo... setelah denger penjelasan panjang lebar dari beliau, salah satu dosen yang bikin gue 'terpaksa' baca diktat kuliah demi kebaikan gue sendiri. Iya, demi kebaikan gue sendiri. Malu juga kalau udah semester V tapi pengetahuan nggak nambah-nambah juga. Ngakunya kuliah, tapi pemikirannya masih se-cetek got di depan rumah. =,=




Tidak ada komentar:
Posting Komentar