Pages

Rabu, 06 Agustus 2014

Jarutung Kabarakh

Ini kutipan isi novel 'Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur' karya anak S-E-N. Gue tulis ulang, nggak sama persis sama aslinya sih tata bahasanya, tujuan gue cuma biar kalian ngerti apa itu Jarutung Kabarakh. Emmm... gue juga nggak ngerti jarutung kabarakh itu beneran ada apa enggak, tapi gue suka aja ceritanya. Bermakna. :)

"Di suatu negeri (gue lupa nama negerinya karena bacanya udah lama banget) kalo seorang raja ikut berperang maka raja tersebut dinaikkan ke punggung gajah. Tugas pasukan adalah melindungi raja. Dalam keadaan terdesak bila para prajurit sudah tak lagi sanggup melindungi raja, maka raja akan melukai gajahnya. Seperti apa kalo gajah terluka? Mengamuklah ia. Apa-apa yang ada di depannya di serbu. Gajah itu besar dan manusia itu kecil, punya daya apa manusia melawan gajah? Tapi musuh tak habis akal. Musuh mengincar urat nadi gajah. Sekali urat nadi gajah terluka maka gajah akan lunglai, lumpuh, jatuh ke tanah tanpa daya. Kemudian raja? Tak ada lagi yang melindungi. Maka kemudian pasukan 'Jarutung Kabarakh' dibentuk. Tugasnya bukan hanya melindungi raja, namun mengamankan urat nadi gajah agar nantinya raja juga tak ikut terluka."

Sekarang, gue laksana salah satu pasukan Jarutung Kabarakh. Bedanya, jika pasukan raja itu sudah berkewajiban mengamankan urat nadi gajah untuk mengamankan raja, gue masih nggak ngerti urat nadi siapa yang wajib gue lindungin dan gue berkewajiban mengamankan apa. Duh maak, mungkin manusia kaya' gue ini pantasnya dibuang ke laut sajaa~~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar