Pages

Minggu, 26 Mei 2013

My Sunday with Him

Sundayyyy.... Nice to meet you again, ^^
jadi, karena gue adalah seseorang yang menggemari hari Minggu, I wish Sunday never change to Monday... Ehehehehehe...

Parahnya, hari minggu ini gue awalin dengan belajar akuntansi bersama dosen kita tercinta, Pak Nur Hasan Hamidi. He is the coolest lecturer ever. Keren deh, kalo bahasanya anak muda tuh beliau "kece abiiiissss". Bayangin, dosen mana yang rela ngeluangin waktunya buat mahasiswa (kaya' gue) yang masi belum paham sama akuntansi?? Diantara dosen lain yang biasanya jaim, keep calm sama mahasiswanya, nha... dosen yang satu ini (Pak Hasan) dengan begitu mudahnya akrab sama mahasiswa. Beliau menganggap mahasiswa adalah temannya. Keren kan... Beliau terbuka sama mahasiswanya. Beliau nggak canggung sama mahasiswanya. Hehehe... Beliau benar-benar melawan aruusss. Kanaaaaaan banget kalo kata Ippho Santosa. :D

Karena Pak Hasan gue jadi punya semangat. I wanna be like him. Di saat gue lagi underconfident karena gue satu-satunya lulusan IPA diantara anak SMK dan IPS di kelas gue, beliau hadir dan bercerita kalau beliau dulu juga lulusan IPA. It made me shock. Helloooowwww, someone success have the same experience with me, do you know hoe it feels?? Melegakan sekali temaaan-temaaaannn.

Tapi tetep, gue hopeless sama UK 2 Akuntansi kali ini, terlalu banyak kesalahan yang terjadi waktu gue jawabnya. Nyebelin. Nyesel beribu nyesel. Kenapa waktu itu gue nggak ikut diskusi sama anak-anak. Tapi dijadikan pelajaran aja siy yaa...

Berharap semester depan ketemu sama dosen ini lagi. Gue paham kalo beliau jelasin. Hehehehe...
Mr. Hasan, thank you for your time today. I really wanna have some discussion again. I wanna be like you, defeat them... ehehehehe...  :)

Sabtu, 25 Mei 2013

My Mom, My Everything

Hujaaan ingatkan aku tentang satu rindu...

Yach, kalimat itulah yang sering ada dibenak gue ketika hujan mengguyur. Kangen, kangen sama nyokap gue. Entah kenapa selalu seperti itu. Nyokap adalah orang pertama yang selalu gue kangenin. Hal itulah yang menjelaskan kedudukan yang tinggi seorang ibu. Nyokap buat gue adalah everything. She is my world. Dunia gue. Dari nyokap gue selalu belajar banyak hal, walaupun terkadang nyokap nggak bermaksud ngajarin gue, tapi gue selalu bisa menarik kesimpulan dari yang dibilang nyokap.

Nyokap gue pinter banget masak. Walaupun kata kakak gue masakannya sering asin, tapi buat gue itu bagaikan masakan surga. Setiap gue di rumah, pagi hari waktu nyokap ngeliat gue bangun beliau pasti nanya "Mb mau dimasakin apa?". Kan berasa banget kalau di rumah gue menjadi putri paling cantik sedunia, hehehe...

Nyokap itu penghapus air mata gue. Bokap gue nggak suka anaknya cengeng, makanya setiap nangis peraduan paling indah adalah Nyokap. She doesn't ask anything till I am done with crying. Setelah gue selese

Kamis, 09 Mei 2013

[RePost] KENANG = KANGEN


Hari yang indah, untuk seseorang yang indah. Awan-awan beriringan, angin semilir berhembus. Pelan. Menyisir anak rambut yang nakal tak rapi-rapi pula walau disisir berkali-kali. Hhhhhh... mengingat semua kenangan ternyatamemang tak sesulit yang aku bayangkan. Kadang tertawa sendiri, senyum-senyum sendiri, malu, bahkan menangis. Ya Tuhan... semua itu terasa menyenangkan. Tapi semua tlah berakhir. Ya ! Berakhir.

Berakhir? Tidak semua belum berakhir. Hanya kelihatannya saja berakhir. Semu. Tapi semua berjalan dalam ketidakpastian. Aku benci ketidakpastian. Tapi ya... semua itu yang menerpaku sekarang.

Terlalu banyak rahasia 20 bulan itu. Ya... terlalu banyak. Bahkan tawamu menyimpan rahasia. Senyummu juga menyimpan rahasia. Semua... semuanya menyimpan rahasia. Rahasia yang jarang kau bagi. Aku hanya tau serpihan demi serpihan. Sepotong demi sepotong. Tanpa tau apa utuhnya.

Ya Tuhan... Kenangan inilah yang aku tak suka. Bukan, bukan kenangan. Tapi masih berjalan... sampai sekarang. Sampai aku menuliskan note ini. Semua masih berjalan. Berjalan pelan... Merambat... Seperti siput. Lamban. Menyisakan banyak mutiara bening di permadani.

Aku... aku seperti orang bodoh. Tak tau apa yang sedang terjadi. Hanya menatap bingung ke arahmu yang... yang... entahlah.  Kau tersenyum. Aku tau senyuman itu. Seolah kau berkata 'aku baik-baik saja, Honey'. Aku bukan anak kecil yang dengan mudah kau bohongi. Ya Tuhan... Itukah dirimu? Misterius. Penuh rahasia.

Tidak. Aku tidak memikirkan lagi seperti apa dirimu.  Tapi tidak bisakah kau berbagi? Setidaknya kau memberiku garis besar. Tidak. Aku tidak meminta kau selalu membaginya denganku. Aku tidak memintanya.  Garis besar, tuan. Garis besar.

Aku bahkan ada di sini. Kapan pun kau datang. Kapan pun... I wait. I am still waiting.

Aku hanya tau sebagian kecil serpihan itu. Aku tak mungkin menanyakannya. Aku hanya menunggu kau mau membaginya. Kau tau? Aku hanya ingin melihatmu tertawa lepas. Tersenyum tanpa beban. Ringan melambai tangan dan melangkahkan kaki. Hanya itu... Tidak lebih... 'Just it, ayah...'

Ya... serpihan. Serpihan yang tetap menjadi serpihan.  Biarlah. Biarlah jika memang itu hanya serpihan.

Hhhh... mengingat memang tak sesulit yang aku pikirkan. Aku memang payah. Ya, sepertinya aku memang payah.

Dan sekarang, biarlah semua kenangan itu tertutup dengan sendirinya. Aku tidak memaksa untuk menutup.

I'm trying to be the leave. That never hate the wind.




Jadi ini repost note gue yang ada di fb... Gue  baru inget kalo catetan ini ternyata gue buat pas tanggal 14 Mei 2011. Yaaa, hampir dua tahun yang lalu. Waktu gue masih alay-alaynya ditinggal pacar. Hahahaha... But when I read this again tonight, I feel the sincerity that i gave to him... :) Hope he will be okay everywhere he is...


Senin, 06 Mei 2013

86B

Walaupun bukan seseorang yang bukan dengan mudah dimengerti oleh orang lain, tapi sebenarnya ingin sekali di mengerti...

Walaupun namaku terkadang jarang dipanggil, tapi sebenarnya aku ingin sekali dipanggil...

Walaupun terkadang aku berulah, tapi sebenarnya aku juga merasa bersalah dan sangat menyesal...

Walaupun aku terdiam saja, tapi diotakku berputar banyak sekali pertanyaan...

Walaupun aku sering tertawa, tapi sebenarnya aku sedang berusaha menyembunyikan kesungguhan untuk menangis...

Walaupun aku sering berkata seenakku, tapi sebenarnya aku hanya tidak bisa mengungkapkan apa yang ingin aku utarakan...

Karena semua orang tak sesempurna apa yang mereka tampilkan, begitu juga aku...