Job Analys as One of the Dinamic Ares in Human Resources Management
(Job Analis Sebagai Salah Satu Area Dinamis dalam Sumber Daya Manusia)
PENDAHULUAN
Keberhasilan suatu perusahan besar
maupu kecil tidak semata-mata hanya bergantung pada sumber daya alamnya saja,
namun lebih banyak ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia yang mengolah
sumber daya alam tersebut.
Kemampuan sumber daya manusia dalam
suatu perusahaan ini pun bergantung pada bagian-bagian organisasi perusahaan
yang mengadakan atau merekrut sumber daya manusianya. Dalam hal ini salah satu
proses yang digunakan suatu organisasi perusahaan dalam menyaring sumber daya
manusia yang akan bekerja di dalamnya adalah dengan menggunakan Analisa Jabatan
atau Job Analysis.
Analisa jabatan ini tidak hanya
digunakan untuk menyaring dan menempatkan pegawai (sumber daya manusia) baru
dalam suatu organisasi perusahaan, namun juga sebagai sarana untuk menganalisa
pegawai yang akan naik jabatan. Maka dari itu analisa jabatan ini memberikan
informasi dasar yang membawa pada hasil spesifik yang digunakan oleh manajemen
untuk mencapai tujuan tertentu.
Analisa jabatan dapat dipandang
sebagai pusat kegiatan dari seluruh aktivitas manajemen dan administrasi sumber
daya manusia yang diperlukan untuk keberhasilan fungsi organisasi.(Bernadin dan
Russel: 1998).Hal ini dikarenakan hampir tidak ada program yang tidak mendapat
manfaat dari analisa jabatan tersebut.
PEMBAHASAN
I.
ANALISA JABATAN
A.
Pengertian Analisa Jabatan
Pengertian analisa jabatan itu sendiri merupakan suatu proses
penggambaran dan pencatatan informasi mengenai perilaku dan kegiatan pekerjaan.
Umumnya, informasi yang digambarkan atau dicatat mencakup tujuan suatu
pekerjaan, kewajiban atau kegiatan utama yang harus dilakukan si pelaku
pekerjaan, dan syarat-syarat dilakukannya pekerjaan tersebut. (Randall S.
Schuller:1996)
Menurut Ivancevich (1992), analisa jabatan adalah suatu proses
pengumpulan, penganalisisan, dan pensistesisan informasi mengenai jabatan.
Menurut Rosemary Lysaght dan Lynn Shaw, analisa jabatan adalah
sebuah proses yang sistematik dan penganalisisan yang digunakan organisasi
perusahaan untuk memahami, mendeskripsikan, dan mengklasifikasi pekerjaan atau
jabatan. atu
Sedangkan menurut Byars dan Rue (1997), analisa jabatan adalah
proses penentuan dan pelaporan sehubungan dengan informasi yang berkaitan
dengan sifat dasar dari suatu jabatan atau pekerjaan tertentu.
Dari definisi-definisi pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa
analisa jabatan merupakan suatu proses yang sistematis yang digunakan untuk
mengumpulkan suatu informasi tertentu yang berkaitan dengan sifat dasar suatu
jabatan atau pekerjaan tertentu. Dengan kata lain, analisa jabatan merupakan
suatu prosedur yang menentukan tugas dan kewajiban suatu posisi serta
karakterisitk orang yang dapat memegang tanggung jawab posisi tersebut.
Analisa jabatan juga menawarkan suatu landasan pembentukan hubungan
antara sumber daya manusia dan kebutuhan perusahaan.Dalam hal ini biasanya
analisa digunakan hampir disetiap bagian organisasi perusahaan.Entah itu untuk
membantu memilih karyawan baru (perekrutan), memilih seseorang yang
berkemampuan untuk mengisi posisi tertentu, maupun untuk penempatan kembali
atau perputaran (rolling) bagian pekerjaan.
Salah satu hasil dari suatu analisa jabatan adalah penciptaan
kelompok kerja.Penciptaan kelompok kerja ini berguna untuk mengurangi
birokrasi. Membantu para manajemen dan karyawan memutuskan tugas-tugas baru
mana yang dapat ditambahkan pada kerja seseorang dan bagaimana cara memberikan
kompensasi padanya tanpa harus menunggu otoritas dari unit SDM yang lain.
A.
Tujuan Analisis Jabatan
Tujuan dari analisa jabatan adalah memberikan pemahaman tentang
pekerjaan-pekerjaan dan jabatan yang akan dilaksanakan oleh seseorang (sumber
daya manusia). Hal tersebut diharapkan agar dapat tercipta suatu praktek
manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif.
Adapun tujuan-tujuan lain dari analisa jabatan adalah :
a.
Menyediakan
informasi pekerjaan yang realistis bagi para pelamar kerja mengenai kewajiban,
kondisi kerja, dan persyaratannya (Fair Hiring Practices).
Analisa jabatan
mengidentifikasi kemampuan dasar dan kompetensi seseorang yang diinginkan oleh
suatu organisasi perusahaan untuk mengisi suatu posisi baru yang tersedia.
Dengan menentukan lamaran pekerjaan yang jelas, pelamar pekerjaan yang
tidakmemenuhi kriteria yang diinginkan perusahaan akan ditolak berdasarkan
penilaian objective yang dilakukan oleh analis jabatan.
b.
Menyediakan
landasan informasi yang diperlukan dalam mengambil keputusan mengenai karyawan
sesuai undang-undang Hak Sipil tahun 1964 dan 1991 (Civil Rights Acts of 1964
& 1991).
c.
Dipergunakan
sebagai dasar pelatihan, perencanaan karir, dan pengembangan karir (Work
Transition Planning).
Dalam hal ini
analisa jabatan menyediakan berbagai informasi mengenai suatu jabatan.Informasi
tersebut dapat berupa informasi tentang tanggung jawab dan kewajiban yang harus
dilakukan si pelaku pekerjaan dan syarat-syarat dilakukannya pekerjaan
tersebut.
d.
Dapat
berperan sebagai alat untuk memudahkan desain ulang dan perubahan pekerjaan.
Selain berguna
untuk perencanaan karir, analisa pekerjaan juga berguna untuk rotasi
jabatan.Sebagai contoh, jika ada seorang karyawan yang terluka atau sudah mulai
berkurang kemampuannya (karena sudah tua atau sakit), biasanya perusahaan tidak
langsung memberhentikan karyawan tersebut, namun tetap dipekerjakan hanya saja
karyawan tersebut dipindah ke bagian lain atau jabatan lainnya.
e.
Digunakan
dalam penentuan nilai relative suatu pekerjaan, dan oleh karena itu beranfaat
untuk memelihara kewajaran upah baik secara eksternal maupun internal (Job
Accomodation).
Upah atau
kompensasi biasanya berkaitan erat dengan persyaratan keahlian yang dituntut
oleh suatu jabatan, kondisi kerja, tingakta tanggung jawab, resiko keselamatan,
dan sebagainya.
Analisa jabatan
memberikan informasi untuk menentukan nilai relative tiap-tiap jabatan dan
memberikan kompensasi yang layak bagi masing-masing jabatan tersebut.
f.
Memberi
bantuan dalam menetukan kewajiban masing-masing karyawan dan tugas-tugas yang
berkaitan.
g.
Dapat
memperlancar perubahan organisasi dengan mengenali pengulangan yang tidak perlu
selama berlangsungnya merger, akuisisi, dan perampingan.
h.
Mengarahkan
supervisor dan para pemegang jabatan dalam menulis referensi dan menyiapkan
resume, baik pada waktu keluarnya karyawan maupun pada waktu mencari karyawan
baru.
B.
Sumber Informasi yang Digunakan Dalam Analisis Jabatan
a.
Pemegang
Jabatan atau Pejabat yang Berwenang (Job Incumbents)
Pemegang
jabatan memiliki pengetahuan langsung mengenai perkerjaan mereka.Para pemegang
jabatan biasanya menyediakan data lewat partisipasi dalam suatu wawancara atau
dengan menanggapi kuisioner.
Pemegang
jabatan merupakan sumber informasi yang paling baru dan akurat mengenai
pekerjaan. Juga dimasukkannya pemegang jabatan dalam proses analisa jabatan
memungkinkan manajer lini dan pemegang jabatan memperoeh perdpektif bersama
mengenai job expectation.
b.
Supervisor
Seperti halnya
pemegang jabatan, supervisor memiliki informasi langsung mengenai kewajiban
yang berkaitan dengan pekerjaan.
Jika seorang
pemegang jabatan member informasi mengenai tugas-tugas yang secara khusus
dilakukannya, supervisor dapat menyediakan informasi mengenai tugas-tugas khas
yang terkait dengan pekeraan tersebut.
c.
Analis
Jabatan yang Terlatih
Beberapa metode
mengenai analisis jabatan memerlukan masukan dari para analis jabatan yang
telah terlatih.Para supervisor atau pemegang jabatan dapat diajari untuk
berperan sebagai analis jabatan, namun biasanya hal ini lebih banyak dilakukan
oleh konsultan dari luar atau staf sumber daya manusia perusahaan tersebut.
Keuntungan
memperoleh bantuan dari analis jabatan terlatih adalah bahwa mereka dapat
mengamati banyak pemegang jabatan yang bekerja di bawah supervisor yang berada
di lokasi berbeda.
C.
Yang Harus Mengadakan Analisis Jabatan
Perencanaan dan perhatian yang sungguh-sungguh merupakan segi
penting suatu usaha analisis jabatan (Dessler, 2000). Manajer sumber daya
manusia harus ikut serta dan terlibat dalam pemilihan orang yang benar-benar
akan mengadakan analisis jabatan. Jika suatu organisasi memerlukan informasi
analisis jabatan yang hanya sesekali saja, maka organisasi perusahaan tersebut
dapat mempekerjakan analis jabatan dari luar oraganisasi perusahaannya.Sebaliknya,
jika suatu perusahaan memerlukan informasi analisis jabatan dalam jangka waktu
yang panjang atau lama maka organisasi perusahaan tersebut dapat mempekerjakan full
time analyst job atau menggunakan jasa supervisor dan pemegang jabatan yang
bersangkutan.
Analis jabatan perlu memahami sejauh mana kesesuaian sumber daya
manusia dalam keseluruhan struktur dan misi organisasi perusahaan.Karena pada
saat ini telah tumbuh suatu pengakuan bahwa diperlukan suatu kesesuaian antara
aktivitas sumber daya manusia dengan perencanaan strategis organisasi. Hal
tersebut berarti, bahwa analis jabatan tidak boleh hanya dilihat sebagai potret
sesaat suatu jabatan, tetapi harus dapat juga diperkirakan akan seperti apa
jabatan tersebut di masa datang.
D.
Metode Pengumpulan Informasi Analisis Jabatan
a.
Observasi
atau pengamatan
Metode
observasi ini merupakan metode yang sederhana dan langsung dapat diambil
manfaatnya.Metode ini mengandalkan pengematan seorang analis jabatan pada
sumber daya manusia yang terkait.
Frederick Taylor,
sangat paham bahwa mengamati para karyawan yang sedang melakukan tugasnya akan
menghasilkan informasi yang kaya mengenai tugas-tugas yang tercakup di
dalamnya.
Pengamatan ini
mungkin mencakup penggunaan videotape, audio tape, dan pemantauan secara elektronik.
b.
Wawancara
Ada tiga tipe
wawancara yang digunakan untuk mengumpulkan data analisis jabatan, yaitu
wawancara individu dengan setiap karyawan, kelompok dengan kelompok karyawan
yang memiliki jabatan yang sama, penyelia (supervisor) dengan satu atau lebih
penyelia lain, yang memiliki pengetahuan yang baik dan lengkap tentang jabatan
yang sedang dianalisa.
Biasanya satu
set pertanyaan terstruktur yang diperlukan dalam suatu wawancara, sehingga
jawaban dari individu maupun kelompok dapat dibandingkan.
c.
Kuesioner
Kuesioner
dinilai lebih ekonomis daripada metode wawancara atau observasi.Kuesioner
biasanya digunakan bila informasi yang dikumpulkan berasal dari banyak pemegang
jabatan dan waktu yang tersedia terbatas.Kuesioner dapat dibuat sendiri,
adapula kuesioner yang telah dibakukan, biasanya kuesioner yang telah dibakukan
dapat dibeli di luar. Kuesioner biasanya terdiri dari tiga sampai lima halaman,
berisi pertanyaan-pertanyaan bak yang bersifat obyektif maupun open-ended.
d.
Buku
harian atau catatan pemegang jabatan
Salah satu
kekurangan dari metode onservasi, wawancara, dan kuesioner adalah adanya
tenggang waktu yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan ketiga metode
tersebut.Dalam hal ini catatan atau buku harian memberikan satu solusi dimana
pengerjaan metodenya tidak terbatas pada waktu tertentu.
Catatan atau buku harian adalah
sebuah catatan yang ditulis oleh pemegang jabatan mengenai kewajiban jabatan,
frekuensi kewajiban, dan kapan kewajiban tersebut dipenuhi.Metode ini
mengharuskan pemegang jabatan untuk tetap mempertahankan catatan atau buku
harian pada basis harian.
I. ANALISA JABATAN SEBAGAI SALAH SATU AREA DINAMIS DALAM MANAJEMEN
SUMBER DAYA MANUSIA
Dinamis adalah sebuah kata sifat yang mendefinisikan tentang
sesuatu yang terus bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan
sekitarnya.
Kenapa Analisa Jabatan dimasukkan ke dalam salah satu area yang
dinamis dalam manajemen sumber daya manusia?
Telah dibahas pada uraian di atas bahwa Analisa Jabatan adalah
suatu proses yang digunakan para analis jabatan untuk mengumpulkan data tentang
suatu jabatan atau pekerjaan. Dalam hal ini analisa jabatan berguna untuk
mengetahui tentang tugas-tugas atau kewajiban-kewajiban suatu jabatan.
Analisa jabatan tidak hanya diperlukan pada saat perekrutan
karyawan baru untuk suatu organisasi perusahaan saja, namun juga berguna dalam
penempatan jabatan yang sesuai dengan sumber daya manusia yang ada.Selain itu
analisa jabatan juga berguna untuk perencanaan karir atau career planning.Dalam
hal ini proses yang ada dalam analisa jabatan dalam usahanya untuk menganalisa
jabatan tertentu, tidak hanya berhenti dalam satu tahapan saja. Namun terus
berlanjut ke tahap-tahap selanjutnya yang tersusun secara sistematis.
Dalam proses analisa jabatan, setelah satu tahapan proses
terselesaikan maka selanjutkan akan ada lagi tahapan proses untuk tingkatan
yang lebih tinggi. Sebagai contoh :
Sebuah organisasi perusahaan (profit oriented) sedang membuka
lowongan pekerjaan untuk mengisi divisi pemasaran yang sedang kekurangan
karyawan. Perusahaan tersebut kemudian membuat pengumuman yang memuat syarat-syarat
dasar pelamar yang harus dipenuhi.Syarat-syarat ataupun ketentuan-ketentuan
dasar tersebut diperoleh dari para analis jabatan yang menganalisa perkerjaan
yang ditawarkan tersebut.
Setelah menentukan ketentuan-ketentuan dasar mengenai pekerjaan
tersebut. Selanjutnya pihak perusahaan akan mengadakan wawancara pada para
pelamar pekerjaan, di mana wawancara tersebut adalah bagian dari proses analisa
sumber daya manusia yang cakap dan mampu mengisi pekerjaan yang ditawarkan. Di
sini para analis jabatan menyediakan beberapa pertanyaan terstruktur yang
berkaitan dengan pekerjaan tersebut. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut,
analis jabatan akan dapat membandingkan jawaban satu pelamar pekerjaan dengan
pelamar pekerjaan yang lain sehingga pada akhirnya akan diputuskan beberapa
pelamar yang benar-benar memenuhi kriteria untuk mengisi pekerjaan tersebut.
Tahap perekrutan karyawan telah selesai. Selanjutnya analis jabatan
akan memantau dan mengamati kinerja para karyawan baru tersebut. Biasanya dalam
suatu perusahaan dibentuk suatu kelompok kerja yang berisikan karyawan-karyawan
baru yang bertugas membantu pekerjaan supervisor atau karyawan lain, ada juga
yang menetapkan system magang. Sistem magang ataupun pembentukan kelompok kerja
tersebut digunakan para analis jabatan untuk mempermudah masuknya informasi
tentang kinerja karyawan baru melalui supervisor maupun pemegang jabatan.
Setelah karyawan baru tersebut melaksanakan magang, maka analis jabatan akan
memilih dan memilah karyawan-karyawan baru tersebut berdasarkan keahlian
masing-masing. Setelah karyawan-karyawan baru ditempatkan berdasarkan keahlian
masing-masing, analis jabatan mulai menentukan nilai relative upah maupun
kompensasi yang nantinya akan dibayarkan.
Seperti itulah kurang lebih kinerja para analis jabatan.Dan karena
sifat analisa jabatan yang terus bergerak dan tidak berhenti pada satu titik
tertentu itulah yang menyebabkan Analisa Jabatan menjadi salah satu area
dinamis dalam manajemen sumber daya manusia.
KESIMPULAN
Jadi kesimpulan dari Analisa Jabatan Merupakan Salah Satu Area
Dinamis dalam Manajemen Sumber Daya Manusia adalah bahwasanya analisa jabatan
tersebut merupakan proses yang terus-menerus berputar dan bergerak mengikuti
kebutuhan organisasi perusahaan.
Proses analisa jabatan ini tidak hanya melibatkan segelintir orang
(sumber daya manusia) yang ada di perusahaan tersebut, namun bisa melibatkan
hampir seluruh bagian dalam suatu organisasi jabatan. Seperti pemegang jabatan,
supervisor, atau bisa juga menggabungkan kedua bagian tersebut untuk memperoleh
informasi yang lebih detail dan menyeluruh.
Dalam proses analisa jabatan ini hampir tidak ada bagian yang tidak
menerima manfaat dari analisa jabatan. Hal ini dikarenakan analisa jabatan yang
selalu bergerak memberikan dan menarik informasi dari dan untuk bagian-bagian
dari suatu organisasi perusahaan agar organisasi perusahaan tersebut dapat
mencapai visi dan misinya.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Schuler,
Randall .S. dan Jackson, Susan .E. (1996). Human Resources Management: Positioning
for the 21st Century. New York: West Publishing Company.
(terjemahan)
2.
Abeng,
Tanri. Dkk. (1987). Manajemen Sumber Daya Manusia Berdasarkan Kompetensi.
Yogyakarta: LMP2M AMP-YKPN.
3.
Iswanto,
Yun. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Universitas
Terbuka.
4.
Handoko,
Hani. (2012). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:
BPFE-Yogyakarta.
5.
Lysaght,
Rosemary dan Shaw, Lynn. Job Analysis: What it is and How it is Used.http://cirrie.buffalo.edu. (Diakses pada tanggal 21 Maret 2013)
6.
Analisa
Jabatan: Pengantar dan Konsep.http://analisa-jabatan.blogspot.com/2008/04/analisa-jabatan-pengantar-dan-konsep.html. (Diakses pada tanggal 23 Maret 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar