Pages

Kamis, 09 Mei 2013

[RePost] KENANG = KANGEN


Hari yang indah, untuk seseorang yang indah. Awan-awan beriringan, angin semilir berhembus. Pelan. Menyisir anak rambut yang nakal tak rapi-rapi pula walau disisir berkali-kali. Hhhhhh... mengingat semua kenangan ternyatamemang tak sesulit yang aku bayangkan. Kadang tertawa sendiri, senyum-senyum sendiri, malu, bahkan menangis. Ya Tuhan... semua itu terasa menyenangkan. Tapi semua tlah berakhir. Ya ! Berakhir.

Berakhir? Tidak semua belum berakhir. Hanya kelihatannya saja berakhir. Semu. Tapi semua berjalan dalam ketidakpastian. Aku benci ketidakpastian. Tapi ya... semua itu yang menerpaku sekarang.

Terlalu banyak rahasia 20 bulan itu. Ya... terlalu banyak. Bahkan tawamu menyimpan rahasia. Senyummu juga menyimpan rahasia. Semua... semuanya menyimpan rahasia. Rahasia yang jarang kau bagi. Aku hanya tau serpihan demi serpihan. Sepotong demi sepotong. Tanpa tau apa utuhnya.

Ya Tuhan... Kenangan inilah yang aku tak suka. Bukan, bukan kenangan. Tapi masih berjalan... sampai sekarang. Sampai aku menuliskan note ini. Semua masih berjalan. Berjalan pelan... Merambat... Seperti siput. Lamban. Menyisakan banyak mutiara bening di permadani.

Aku... aku seperti orang bodoh. Tak tau apa yang sedang terjadi. Hanya menatap bingung ke arahmu yang... yang... entahlah.  Kau tersenyum. Aku tau senyuman itu. Seolah kau berkata 'aku baik-baik saja, Honey'. Aku bukan anak kecil yang dengan mudah kau bohongi. Ya Tuhan... Itukah dirimu? Misterius. Penuh rahasia.

Tidak. Aku tidak memikirkan lagi seperti apa dirimu.  Tapi tidak bisakah kau berbagi? Setidaknya kau memberiku garis besar. Tidak. Aku tidak meminta kau selalu membaginya denganku. Aku tidak memintanya.  Garis besar, tuan. Garis besar.

Aku bahkan ada di sini. Kapan pun kau datang. Kapan pun... I wait. I am still waiting.

Aku hanya tau sebagian kecil serpihan itu. Aku tak mungkin menanyakannya. Aku hanya menunggu kau mau membaginya. Kau tau? Aku hanya ingin melihatmu tertawa lepas. Tersenyum tanpa beban. Ringan melambai tangan dan melangkahkan kaki. Hanya itu... Tidak lebih... 'Just it, ayah...'

Ya... serpihan. Serpihan yang tetap menjadi serpihan.  Biarlah. Biarlah jika memang itu hanya serpihan.

Hhhh... mengingat memang tak sesulit yang aku pikirkan. Aku memang payah. Ya, sepertinya aku memang payah.

Dan sekarang, biarlah semua kenangan itu tertutup dengan sendirinya. Aku tidak memaksa untuk menutup.

I'm trying to be the leave. That never hate the wind.




Jadi ini repost note gue yang ada di fb... Gue  baru inget kalo catetan ini ternyata gue buat pas tanggal 14 Mei 2011. Yaaa, hampir dua tahun yang lalu. Waktu gue masih alay-alaynya ditinggal pacar. Hahahaha... But when I read this again tonight, I feel the sincerity that i gave to him... :) Hope he will be okay everywhere he is...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar