Monday, September 24, 2012
Aku tidak tau bagaimana aku harus memulai. Sudah lama sekali entah sejak kapan kita saling kehilangan komunikasi dikarenakan banyak tugas masing-masing yang harus dikerjaakan. Namun, percayalah sebenarnya aku sangat merindukanmu. Waktu-waktu yang kita lalui bersama, itu bukan hanya waktu yang berlalu tanpa kenangan, tapi waktu-waktu itu benar-benar penuh dengan kenangan. Maafkan aku, karena aku terlalu egois tidak memberimu kabar, karena aku tidak menyempatkan satu menit dari waktuku untuk berkirim pesan denganmu. Maafkan aku, sungguh bukan maksudku untuk seperti itu.
Aku membuat postingan ini sangat mendadak, karena aku baru tau kau berangkat malam ini. Maafkan aku, lagi-lagi maafkan aku. Dan terima kasih banyak karena telah menelponku.
Kau akan naik pesawat malam ini kan? Inikah yang pertama kalinya kau naik pesawat?? Ah, pasti iya kan... Bisakah kau ceritakan padaku bagaimana rasanya naik pesawat kalau kau pulang nanti? Ah, menulis seperti ini benar-benar membuatku ingin menangis karena merindukanmu.
Emmm... apa kau ingat boneka monyet yang ku berikan padamu waktu itu?? masihkan kau menyimpannya?? Bisakah kau membawanya saat kau berangkat nanti?? Jika kau punya masalah yang berat, bermainlah dengannya, anggap saja itu aku, ku harap sedikit banyak bisa mengurangi bebanmu.
Aku tau, kau sangat senang berangkat ke negeri sana. Cita-citamu, tujuanmu, semuanya tercapai, namun aku ingin kau mengingat sesuatu, bahwa sebuah akhir adalah kamuflase sebuah awal yang baru. Aku tau kau benar-benar akan merindukan orang tuamu, teman-temanmu di Indonesia. Tapi percayalah, walaupun jarak memisahkan namun bukankah hatimu dan mereka sangat dekat??
Tidak banyak yang bisa ku tulis, maafkan aku karena aku terburu-buru. Lagi-lagi maafkan aku. Kapan-kapan aku akan menulis surat yang lebih panjang untukmu. ^^.
Untuk sahabatku, Nafi'atush Sholihah, hati-hati dalam perjalananmu. Jangan menangis sendiri. Makanlah tepat waktu. Walaupun tempat kita memang berbeda, mari kita berjuang bersama. Demi kebaikan ummat. Untuk bangsa yang semakin mengerikan ini. Ayo kita berjalan berdampingan...
Dari seseorang yang sangat merindukanmu. Maafkan aku...
Cahya Hati Ramadhani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar