Sekuat apapun ku pertahankan bunga-bunga ini untuk tetap mekar, namun tetap saja durinya menyakitiku. Ternyata kau sudah berhenti mencabuti durinya, Kindy. Ya tidak apalah, mungkin begini lebih baik. Aku tak tau apakah aku harus percaya pernyataanmu yang terkesan blak-blakan itu. But, -yeah- I know one thing, you are not alone anymore. Yeah, I'm glad to hear thet. I'm so glad... T_T
Kindy, entah apa yang membuatku selalu memandangmu. Entah apa yang membuatku selalu menjadikanmu seseorang yang harus tau kabarku pertama kali. Entah apa yang membuatku selalu mejadikanmu seseorang untukku. Entah apa yang membuatku menjadikanmu layaknya oksigen untukku. Kau tau, I was tortured.
Kindy, setidaknya katakan kau tidak mencintaiku, kau tidak menyayangiku, atau sakiti saja hati kecil ini. Agar aku semakin mudah untuk melupakanmu. Agar aku semakin mudah mengalihkan pandanganku. Agar aku tidak lagi menangis untukmu. Agar aku tidak lagi menjadikanmu O2 ku. Jadilah CO2 bagiku, Kind. Agar aku bisa bernapas lega tanpamu
Aku berusaha menunggumu. Tapi ketika aku melihatmu, aku sungguh terlihat bodoh kenapa aku rela menunggumu. Aku terlihat begitu menyedihkan saat aku membaca "haqiqotan, ana mapi syuur al-an". Apakah itu benar-benar uraian hatimu, Kind? Atau hanya sesuatu untuk menutupi kebenaran.
Kindy, kau tau? Aku semakin sulit mengartikanmu. Kau itu layaknya huruf-huruf rune kuno yang tidak aku pahami. Sebentar sebentar aku mengartikan begini, sebentar sebentar aku mengartikan begitu. Bisakan kau beri tau agar aku tak lagi salah mengartikanmu?
Kindy, ...
Jika aku mungkin untuk berharap waktu ini terulang...
Aku ingin memberimu jawaban yang berbeda 2 tahun silam, 14 Mei 2009...
T_T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar